Istri yang Tak Dianggap 70. Bolehkah aku ikut? Hari-hari telah berjalan dengan semestinya, kehidupan Shella pun kini jauh lebih baik dengan ikut membantu mengelola tempat karaoke milik sahabatnya. Wanita itu seolah telah menjadi pegawai tetap di tempat itu seperti dulu saat ia belum menikah, namun kali ini cukup berbeda, Shella tidak lagi Pembalasan Seorang Istri Yang Dianggap Sebagai Parasit Rumah Tangga, Tamat, Gratis lihat novel romantis, novel dewasa, novel sejarah, novel horror, dsb. Noveltoon adalah sebuah aplikasi baca cerita novel terbaru, setiap hari akan ada cerita novel baru, lho~ Istri Yang Tak Dianggap. Bening. Menikahi Mantan Suami Pelakor. Gadis Pencuri Hati Ceo. Bacajuga: Detik-detik Anggota TNI di Banyumas Berusaha Rampas Uang Karyawan Rp 64 Juta, Akhirnya Diamankan Satpam. Meski demikian, Iwan menyerahkan sepenuhnya proses hukum militer yang sedang berjalan. Sejak diamankan, pelaku juga telah dinon-aktifkan sebagai Babinsa. Terkait sanksi yang akan diberikan, Iwan belum dapat memastikannya. Hii.hiiguyss, sudah enggak sabar nunggu cerita baru lagi..?cerita baru udah keluar gak kalah seru dengan cerita cerita sebelumnya. N Gairah Ibu Tiri, Tamat, Gratis lihat novel romantis, novel dewasa, novel sejarah, novel horror, dsb. Noveltoon adalah sebuah aplikasi baca cerita novel terbaru, setiap hari akan ada cerita novel baru, lho~ Istri Yang Tak Dianggap. Talak Di Malam Pertama (Kesucian Yang Diragukan) Prodigiously Amazing Weaponsmith [Translated Novel] Pesona FullEpisode karya Melati (Istri Yang Tak Dianggap) gratis untuk dibaca! Melati gadis yatim piatu yang harus mencari nafkah buat diri sendiri dan untuk membayar hutang yang ditinggalkan ayahnya. Setiap hari ada saja yang datang buat menagih hutang orang tuanya. Rasa putus asa karena tak pernah dapat melunasi hutang peninggalan ayahnya membuat Melati menerima pernikahan kontrak, yang memintanya . Reads 621,464Votes 4,722Parts 12Complete, First published Feb 17, 2020Table of contentsSun, Feb 23, 2020Wed, May 20, 2020Part 2 - Tubuh Sahabat Kecilku...Sat, May 23, 2020Tue, May 26, 2020Part 4 - Membuatku Bernafsu...Wed, May 27, 2020Sun, Jul 19, 2020Sun, Jul 19, 2020Lia dan Tama - Anita dan BimoSun, Aug 30, 2020Wed, Sep 30, 2020Mon, Oct 19, 2020Wed, Oct 28, 2020Wed, Jan 20, 2021Warning 18+ Malam itu harta berhargaku sebagai wanita direnggut paksa. Hadirnya pertanggungjawaban pun tak bisa mengobatinya. Inikah takdir seorang wanita yang hanya menjadi pelampiasan cinta pertama tak berbalas? Rose Anne Wanita yang cengeng itu penuh kepura-puraan. Dia hanyalah wanita egois yang berhasil membuat aku dan cinta pertamaku berpisah. Apa keinginannya menjadi cinta keduaku? Baiklah. Jadilah cinta kedua yang akan selalu tersiksa. Beenzy Jose Seorang gadis cantik bertubuh seksi, rambutnya di gerai membuat dirinya semakin cantik. Gaya berjalannya bak seorang model kelas adalah Aluna, gadis itu membuka pintu ruangan CEO."Sayang … " Aluna berlari manja lalu dengan santainya duduk di pangkuan Andreas."Al, aku lagi kerja." Andreas berkata pelan seraya memejamkan matanya karena Aluna membelai telinganya."Kamu kenapa sih akhir-akhir ini kalau aku ajak jalan selalu alasannya kerja? Apa kamu udah bosan ngejalanin hubungan ini bersama aku? Apa pekerjaan kamu lebih penting daripada aku?"Aluna berucap kesal, bola mata gadis itu sudah berkaca-kaca ingin menangis, membuat Andreas merasa kelemahan pria tampan itu, dia tak bisa melihat Aluna bersedih."Sutt … kamu bicara apa, sih? Aku kerja juga buat masa depan kita, Sayang! Okey … kamu mau jalan, ayo kita jalan! Asalkan jangan sedih seperti ini!" Andreas membelai pipi Aluna membuat gadis seksi itu tersenyum mengecup pipi Andreas lalu segera menarik tangan Andreas."Ayo kita ke Mall, ada banyak barang baru di toko langganan aku!" ajak Aluna semangat membuat Andreas tersenyum mengapa dirinya tak memiliki rasa apapun lagi saat bersama dengan Aluna. Rasanya hambar dan hampa, namun, Andreas berusaha bersikap baik dan lembut pada Aluna."Baiklah."***Andreas duduk menyilangkan kedua kakinya di sofa, pria tampan itu melihat ke arah jam yang melingkar di dua jam Andreas menemani Aluna berbelanja, dari mulai belanja baju, tas branded dan high heels limited Andreas belikan untuk Aluna."Sayang, aku ke toilet dulu!" Andreas menghampiri Aluna yang sedang berada di ruang yang baru saja selesai memakai dress baru pun menganggukkan kepalanya."Jangan lama-lama." Aluna mengecup leher Andreas sebelum kekasihnya itu pergi.**Andreas yang baru saja keluar dari toilet pria pun mengernyitkan dahinya di kala melihat sosok yang tak asing di mantan istrinya yang baru saja masuk ke dalam toilet seraya menggendong bayi mungil cantik."Kinara, sedang apa dia di sini? Lalu siapa yang di gendong nya itu?" Andreas menyeret langkahnya menunggu Kinara di depan pintu toilet toilet terlihat sangat sepi, karena toilet yang mereka singgahi adalah toilet di lantai zona permainan seberapa Kinara keluar dari toilet. Gadis itu terkejut ketika melihat Andreas berdiri menyandarkan punggungnya di dinding berusaha tak memperdulikan kehadiran Andreas. Dia tetap berjalan melewati Andreas, namun, pria tampan itu langsung mencekal tangan Kinara."Dia anak siapa?" tanya Andreas langsung menghempaskan tangan Andreas, janda muda itu menatap tajam Andreas karena sudah berani menyentuh nya."Yang jelas bukan anak Anda!" Kinara berkata tak kalah dingin. Andreas mengepalkan tangannya erat mendapatkan jawaban dingin dari Kinara."Lalu di mana Vino sekarang?" Andreas menanyakan keberadaan putra kecil yang dalam beberapa hari ini menghantui Vino, cara berjalan Vino dan suara cadel bocah kecil itu membuat Andreas tak bisa tidur nyenyak setiap malam."Vino siapa?""Jangan pura-pura bodoh, Kinara. Vino yang aku maksud Vino anak kita!" tegas Andreas membuat Kinara tersenyum getir."Cih, sejak kapan seorang Andreas Pratama mempunyai anak dari seorang wanita Upik abu seperti ku? Bukankah wanita seperti ku tidak cocok menjadi ibu dari anakmu? Lalu kenapa tiba-tiba kamu bertanya tentang keberadaan anak kita! Dan sejak kapan aku dan kamu berubah menjadi kita?" tukas Kinara menatap sinis Andreas yang bungkam tak tampan itu tak tahu harus menjawab apa. Bayangan pada malam pertama nya dengan Kinara dulu terbayang begitu saja di di mana dia menghina Kinara habis-habisan."Cih, jangan berlagak seperti wanita tersakiti?! Seharusnya kamu senang karena ada aku yang menodai kamu meski dalam keadaan tak sadar. Kalau bukan aku sudah pasti kamu jadi perawan seumur hidup karena tidak akan ada laki-laki yang mau menyentuh mu?!"Bayangan di mana dia menyuruh Kinara untuk tak membebani nya saat mengandung Vino dulu. Bahkan, sampai menyuruh Kinara menggugurkan kandungan nya."Tidak ada! Anakku hanya anak yang akan lahir dari rahim Aluna. Bukankah sudah ku ingatkan dari awal menikah bahwa jangan berharap lebih dari pernikahan ini! Silahkan mengandung tapi jangan menyusahkan ku dengan keinginan mu di masa idam. Apa yang kamu inginkan akan di penuhi oleh pelayan di rumah ini. Tapi, jangan sesekali menarik ku dalam masa idam mu!"Kinara menatap sinis Andreas yang terdiam setelah mendengar perkataannya."Sudahlah, hidup kamu sekarang sudah bahagia, Kak! Sebentar lagi kamu juga akan menikah dengan wanita yang selama ini kamu cintai, jadi, nantinya kamu bisa punya anak yang banyak dari rahim nya. Tak usah berlagak peduli dengan Vino. Karena Vino juga tak membutuhkan sosok ayah seperti kakak!" sarkas Kinara membuat Andreas mengeraskan gerahamnya."Kenapa kamu jadi kasar seperti ini, Kinara? Kenapa kamu jadi pembangkang seperti ini? Bukankah Kinara yang dulu sangat lembut dan penurut?" Andreas menatap lekat wajah tertawa hambar mendengar pertanyaan Andreas. Tiba-tiba saja mantan suaminya ini berlagak peduli dan dekat dengan dirinya."Seekor kucing akan berubah menjadi buas bila ekornya di injak, begitu juga dengan manusia. Bila harga dirinya di injak dia juga akan berubah menjadi garang guna melindungi dirinya sendiri dari orang-orang yang ingin menginjak-injak harga dirinya lagi. Cukup di masa lalu aku di bodohi, di hina,di caci dan di maki! Cukup di masa lalu.""Karena di masa sekarang maupun di masa depan, tidak ada yang boleh menginjak-injak harga diriku lagi! Bila dulu Kinara yang lembut selalu di perbudak, maka Kinara yang sekarang akan menjadi pembangkang dan kasar agar-agar orang yang memperbudaknya dulu tahu, bahwa seorang gadis polos dan penurut juga bisa berubah menjadi gadis kasar dan berbisa agar tak bisa lagi mereka perbudak!""Asalkan kakak tahu, semenjak aku bercerai dengan kakak. Hari-hari ku semakin bahagia dan berwarna, orang-orang baik mengelilingi ku! Ternyata benar kata orang bijak. Melepaskan yang buruk maka yang baik akan datang.""Aku melepaskan kakak dan keluarga ku, orang-orang baik langsung mengelilingi ku. Punya ibu angkat yang sangat menyayangi ku, punya teman baru yang menghargai ku. Dan tak akan lama lagi aku juga punya suami baru yang akan mencintai ku!"Kinara berkata dengan menggebu-gebu, amarah dsn kebencian tersisa dalam sorot matanya membuat Andreas baru batin Andreas terkejut.***wkwkwkwk ... gimana nih?? Kinara sudah menunjukkan taring nya ... ha ha ... siapa suami baru Kinara ya? lupa like coment vote dan beri rating 5 yah kakak 🥰🥰🥰Biar author semakin semangat up lagi 🥰Salem Aneuk Nanggroe Aceh ❤️🙏 Hari esoknya Kafkha meminta izin kepada keluarganya ia ingin pindah dari rumah orang tuanya ini, Kafkha ingin pindah dan hidup berdua dengan Medina, bukan ingin hidup berdua melainkan Kafkha ingin melancarkan aksinya, jika ia tinggal serumah dengan orang tua dan kakeknya maka surat perjanjian kontrak pernikahan itu pasti akan ketahuan juga, jadi jalan yang Kafkha ambil adalah pindah dari rumah Darmansyah ini."Aku ingin tinggal berdua dengan istri ku, iya kan sayang!" ujar Kafkha bersikap manis kepada istrinya ini di depan keluarga hanya diam membisu, Kafkha jengkel dan marah pada Medina karena dia diam saja tanpa mau membela dirinya ini, dengan kesalnya Kafkha mencengkram pundak istrinya itu yang lagi ia rangkul, Medina melihat sekilas Kafkha ternyata Kafkha sedang memberi isyarat padanya untuk sekali kamu Kafkha bersandiwara di depan keluarga besar mu!"I-iya kakek, Medina ingin hidup berdua dengan mas Kafkha, Medina tidak ingin merepotkan kalian!" ujar Medina terpaksa ikut dalam sandiwara yang di ciptakan oleh suaminya melihat gerak-gerik cucunya ini yang tampak agak lain, seorang Darmansyah tidak akan bisa di tipu oleh upil kecil seperti Kafkha ini."Kami tidak merasa direpotkan kok!" ujar Sarah, biar bagaimanapun Sarah tidak ingin anak dan menantunya ini pindah dari rumah ini."Tapi ma, aku ingin berdua tinggal bersama dengan istri ku!" ujar Kafkha dengan mulut sok manis nya itu, sangat pintar sekali ia merayu keluarga nya ini."Rumah sebesar ini apa kurang untuk mu? ujar Darmansyah"Kakek ayolah!" ujar Kafkha"Tidak!" ujar Darmansyah dengan menghentakkan tongkat nya ke menghela napas karena permintaan nya tidak di turuti oleh keluarga nya."Tua bangka s*al*n, sudah menghancurkan hidup ku, sekarang dia malah mengekang ku, dasar tua bangka!" umpat Kafkha dalam sudah membaca isi pikiran cerdik dari cucunya itu, jika Darmansyah memberikan izin kepada cucunya itu untuk pindah yang ada Medina akan sengsara hidupnya oleh cucunya itu, jadi jalan aman yang di ambil Darmansyah yaitu tidak mengizinkan cucunya itu untuk pindah."Dasar cucu bego, emang kau pikir aku bodoh apa! batin DarmansyahDarmansyah tidak akan rela melihat cucu menantunya itu di sakiti, Darmansyah juga tidak rela melihat cucunya itu jalan dengan makhluk lintah alias Clara tidak mendapatkan izin untuk pindah kini Kafkha pergi ke kamar nya itu, ia membanting pintu kamar nya itu saking marahnya. Bahkan Kafkha memukul dinding dengan tangan menghampiri suaminya itu, ia melihat bagaimana kemarahan dari suaminya itu."Aakakh...!"Medina mengusap dadanya karena kaget melihat kemarahan suaminya itu, "istighfar mas!" ujar Medina menenangkan suaminya itu."Sudahlah kau sama saja dengan mereka!" bentak Kafkha pada Medina."Astagfirullah... aku sudah membantu mu dalam bersandiwara tadi sekarang mas menyebutku sama saja seperti mereka!" ujar Medina dengan suara lembut."Sudahlah kau tinggalkan saya sendiri di sini, saya muak melihat wajah sok polos kau itu!" bentak Kafkha mendorong tubuh Medina sampai-sampai Medina terjatuh ke lantai."Ya Allah... lunakkan lah hati suami hamba dan lunakkan lah tutur katanya pada hamba!" batin MedinaMedina berdiri lalu ia turun lagi ke lantai bawah, di sana tidak ada siapapun lagi, sebenarnya Medina lelah dengan pernikahan yang baru beberapa hari ini, tapi ia tetap bertahan agar rumah tangga nya ini tetap utuh....Hari begitu cepat berlalu saat ini Kafkha lagi bersiap-siap ingin ke kantor nya karena sudah seminggu ia libur karena pernikahan nya waktu itu. Medina juga akan bersiap-siap untuk pergi ke kampus nya karena sudah seminggu pula ia minta ini Medina sedang membantu mama mertuanya di dapur, dia dari subuh tadi di dapur guna membantu mertuanya nya, walaupun di rumah ini sudah banyak art tapi Medina tetap melakukan tugas nya di dapur, tidak hanya itu saja bahkan Medina juga memasakkan makanan yang spesial di pagi hari ini. "Gimana ma enak nggak?" tanya Medina pada Sarah yang lagi menyicipi masakan nya itu."Enak, kamu belajar masak dari siapa?" tanya Sarah"Dari ibu, Dina sering bantu ibu di rumah ma!" ujar MedinaKini keluarga mereka itu satu persatu sudah duduk di meja makan, Kafkha belum menampakkan batang hidungnya di meja makan itu."Kafkha mana?" tanya kakek Darmansyah"Masih di kamar kek!" jawab Medina dengan sopan dan memanggil suaminya itu guna untuk sarapan bersama, di dalam kamar Kafkha ternyata sedang menelepon Clara, sepagi ini Clara sudah menelepon suami orang."Apa tadi sayang?" tanya Kafkha di balik sambungan telepon tadi karena ia lagi memasang sepatutnya jadi nya ia tidak mendengar betul ucapan kekasih nya dengan itu Medina membuka handle pintu itu, hati Medina seakan di cubit oleh sesuatu karena mendengar ucapan manis suaminya itu pada wanita berdiri di ambang pintu memperhatikan suaminya itu yang entah sengaja memamerkan pada Medina jika ia sedang teleponan dengan kekasih nya."Iya sayang, aku akan menemani kamu nanti!" ujar Kafkha di balik sambungan telepon itu."Sudah dulu ya sayang, aku buru-buru ke kantor nih, sampai jumpa sayang!" sambungan telepon di akhiri."Mas, sarapan yuk!" ujar Medina pada akhirnya ia buka suara karena ia mendengarkan semua obrolan mesra suaminya itu dengan wanita wanita mana yang tidak sakit saat suami sendiri telepon dengan wanita yang ia cintai, Medina terpaksa harus sabar menanggapi ini tidak mempedulikan Medina yang ada di ambang pintu itu, ia bersikap seolah-olah tidak terjadi apa-apa. Kafkha menghampiri Medina yang lagi di ambang pintu itu."Awas saja kamu bilang macam-macam sama kakek, saya tidak akan beri ampun kamu!" ujar Kafkha di telinga Medina itu lalu ia menyenggol bahu Medina sampai-sampai Medina terhuyung ke menghela napas seraya tersenyum tipis di balik cadarnya itu, hanya sabar saja yang bisa ia lakukan saat ini."Medina ambilkan nasi goreng itu untuk suami mu!" ujar Sarah, Medina mengangguk kecil lalu ia mengambilkan nasi goreng itu untuk suaminya itu, Kafkha menatap sinis kearah mengangguk-angguk kecil seraya tersenyum melihat cucu nya yang tidak bertingkah aneh-aneh di pagi hari ini."Ya elah, enak kayaknya punya istri ya, apapun itu selalu di siapin oleh istri, gue kan mau juga seperti mereka!" batin HanifHanif menghela napas nya ia sangat iri melihat adiknya yang sudah berumah tangga itu, sedangkan dirinya belum juga berumah tangga....Bersambung...Hayooo yoyoyo silahkan beri komentar kalian di cerita ini, no komentar pendek, author mau lihat komentar panjang dari sama vote nya jangan lupa juga, jangan jadi pembaca gelap saja!!! "Saya ingin melamar Mbak, buat suami saya," kata perempuan berhijab itu kepada Arini, matanya terkejut dibuatnya, sesaat dia terdiam, tidak bisa berkata apa-apa."Apakah Mbak bersedia?" Perempuan itu memastikan. Arini menatap wajah perempuan itu, matanya masih berkaca-kaca."Mbak ini siapa? Kenapa tiba-tiba ingin melamar saya buat suami Mbak, apakah saya kenal dengan suami Mbak?" tanya Arini memastikan."Nama saya Syarifah, saya, istri dari Gazza."Tertegun Arini sesaat, specles dibuatnya. Harus Arini akui, jika dadanya jadi berdebar-debar mendengar nama Gazza di sebutkan. "Silahkan di minum, Mbak." Arini menawarkan minuman kepada tamunya tersebut. Dia pun ikut minum. Minuman teh manis hangat yang sudah Lasmi siapkan, sekaligus untuk menenangkan dadanya yang masih berdebar. Setelah dirasa tenang, Arini kembali bicara. "Mbak tidak salah ingin melamar saya buat Gazza? Mbak benar-benar ikhlas berbagi suami dengan saya?" Arini menatap mata perempuan itu air mata jatuh dari kedua matanya. Sesama perempuan, Arini bisa merasakan ketidak relaan yang perempuan itu rasakan, tetapi perempuan itu bersikap seolah-olah tegar."Apakah Gazza yang menyuruh Mbak untuk melamar saya?" Tatapan dalam Arini tetap tak lepas dari diam saja, tidak langsung menjawab pertanyaan Arini. Dia menarik nafas sejenak."Aku seperti istri yang tak di anggap, Mbak." Bobol sudah pertahanannya, terisak-isak dia. "Dua tahun sudah aku menjadi Istrinya Gazza, tetapi seperti hidup di bawah bayang-bayangmu Mbak Arini?" Syarifah mengusap air matanya. Batinnya pasti sangat terluka. "Tubuhnya memang milikku, tetapi hatinya tidak. Tersiksa aku, Mbak." Sesak sekali dada Arini melihat tangisan Syarifah."Maafkan, jika sudah membuat hidupmu menderita, saya sungguh tidak menyangka, akan seperti ini," terang Arini pada Syarifah. Dia benar-benar tidak enak hati. "Apalagi setelah kehadiran Mbak kembali ke rumah ini, kami benar-benar seperti orang asing yang tinggal bersama. Setiap saat Gazza selalu bicara tentang Mbak Arini, statusku sebagai istrinya benar-benar tidak dianggap."Dialihkan tatapan matanya ke arah pintu masuk rumah."Aku benar-benar tulus mencintai Gazza, mencoba ikhlas untuk dimadu, asalkan Gazza tidak menceraikan Aku."Ketulusan cinta Syarifah, mungkin sama dengan ketulusan cinta Arini kepada Hendra. bisik hati Arini. "Apakah Mbak Arini bersedia jika menjadi maduku?" Syarifah menatap wajah Arini, matanya mulai terlihat sembab kemerahan."Tidak, saya tidak bersedia. Katakan! Jika ini atas keinginan Gazza, bahwa Saya tidak bersedia menerima lamarannya. Lagipula, mungkin saya dan suami akan rujuk kembali." Arini membuat alasan untuk menolak lamaran dan sekaligus membuat Syarifah tenang."Bilang pada Gazza yah Mbak Syarifah, untuk tidak lagi berkunjung ke rumah saya. Saya tidak ingin, jika nanti Mas Hendra tahu dan menjadi salah paham terhadap saya."Arini tidak ingin menjadi duri dalam daging pada hubungan beberapa lama, Syarifah ijin pamit. Arini menasehatinya, agar harus terus bersabar, dan meyakinkan kepada istri dari Gazza tersebut, bahwa Arini tidak akan bersedia menjadi madunya. Walaupun Gazza sendiri yang akan meminta percaya akan ketulusan cinta Gazza terhadapnya, dan pasti Gazza akan berusaha membuatnya bahagia. Namun tidak mungkin kiranya, jika kebahagiaan terjadi di atas penderitaan perempuan lain yang sama seperti dirinya, sangat egois sekali. Arini berpikir, bagaimana jika dia ada di posisinya Syarifah.÷÷÷Matahari mulai bersinar dari ufuk timur, di saat Arini sedang menyiram tanaman depan halaman rumah. Pak Suganda-tetangganya, pria paruh baya yang genit, lewat di jalan depan rumahnya. Selalu saja begitu setiap paginya, jika Arini sedang menyiram tanaman. Sepertinya dia tahu jadwal keseharian Arini setiap pagi."Pagi Neng Arini?" tegur Suganda kepada Arini."Waalaikum salam, Pak Suganda," jawab Arini, agak memerah wajahnya, tetapi tidak lama."Jangan panggil bapak, atuh Neng? Panggil akang saja yah?" tanyanya genit hanya tersenyum saja, sambil terus menyiram tanaman."Jika ada waktu, kapan-kapan kita jalan-jalan yuk, Neng?" tanyanya lagi, semakin memuakkan saja ucapannya. Tetapi Arini hanya tersenyum saja, sembari berjalan mematikan keran beberapa lama, Kang Usman, yang mungkin usianya lima tahun di atas Arini datang dan ikut nimbrung berdua berdua sama saja, Upin Ipin dalam soal kegenitan dan kecentilan. Dan status Arini yang seorang janda, menjadi sasaran kegenitan mereka berdua. "Wabah penyakit datang." Tertawa Arini dalam hatinya."Pagi- pagi makan bubur yuk, Neng? Di alun-alun kota," ajak Usman kepada Arini."Jangan mau Neng, ntar si Usman malah minta dibayarin," jawab Pak Suganda meledek Usman. Arini hanya tertawa saja."Ya Allah, Neng Arini ... ketawanya merdu banget, mirip Ashanti." Menggoda Suganda, sambil tertawa."Iya, suara istri Pak Ganda sendiri mirip Anang yah," celetuk Usman, tertawa keras dia, dan Arini pun ikut tertawa. Suganda cemberut sebentar, kemudian ikut tertawa lama, sebuah mobil berhenti di pinggir jalan depan rumah Arini, dan mereka bertiga pun menoleh kearah mobil tersebut turun, lalu menyalami Suganda dan Usman, kemudian segera menghampiri Arini. "Mbak Arini masih ingat saya ngga?" tanya pria tersebut kepada Arini."Mas Adrian, kan? Yang belum lama dapat orderan pesanan makanan dari sini," jawab Arini memastikan."Hari ini kan saya libur Mas. Sepertinya aplikasi pemesanan pun tidak saya aktifkan." Suganda dan Usman melongo saja ikut mendengarkan."Begini, Mbak Arini. Saya ingin pesan kue ulang tahun untuk anak saya nanti," jawab Adrian"Boleh, Mas, tapi ngga bisa hari ini yah," jawab Arini."Ngga ko Mbak, buat empat hari lagi.""Yuk Mas Adrian, kita bicara di teras saja, biar saya buatkan kopi," jawab Arini pada Adrian, sambil melangkah ke arah dalam rumah"Mari Pak Suganda, kang Usman, saya tinggal dulu yah," pamit Arini pada mereka berdua."Kami ngga ditawarin kopi juga, Neng?" tanya Suganda. Arini dan Adrian hanya tertawa saja, lalu segera meninggalkan kedua pria genit tersebut.÷÷÷Beberapa hari kemudian, di saat Arini sedang membuat adonan kue. Terdengar seperti suara ribut-ribut di depan halaman rumahnya. Ada suara Lasmi yang terdengar olehnya. Rasa penasaran membuat Arini segera menuju ke halaman depan rumah. Baru saja dia keluar pintu rumahnya. "Dasar janda gatel! Tidak punya malu! Kerjaannya hanya menggoda suami orang." Novel Istri Yg Tak Dianggap. Ketika melati telah pergi, jino baru mengetahui nia istri pertama yang sangat. Explore the latest videos from hashtagsBalas Dendam Istri Yang Tak Dianggap - Noveltoon from gives people the power. Aku dan mas rama berpacaran sejak kami bersekolah di sebuah sma yang sama. Namun, begitu lulus sma, mas rama yang dilarang berhubungan denganku, segera disekolahkan kedua orang tuanya di luar negeri, sementara aku cukup melanjutkan kuliah di dalam Yang Dirindukan Novel Ini Adalah Novel Bertipe Romance, Yang Menggambarkan Jalan Cerita Aninda Diva Diceraikan Suaminya Setelah Mereka Melewati Malam berpikir setelah menikah segala penghinaan yang di dapat nya berganti dengan kebahagiaan. Discover short videos related to wattpad tentang istri yang tak dianggap on tiktok. Novel balas dendam istri yang tak dianggap ini sangat seru dan menarik sekali untuk dibaca dan merupakan sebuah novel romatis terbaru paling populer yang diburu dan dicari oleh pecinta Artikel Kali Ini Sandai Akan Bagikan Novel Terbaru Yang Lagi Viral Dengan Judul Novel Balas Dendam Istri Yang Tak Dianggap Karya Kisss Full gu ruoyun, tak peduli apa yang kamu katakan, aku. Watch popular content from the following creators Watch popular content from the following creatorsNovel Laut TengahFrasaberliana, GurlQueen_Of_Oyen, Littlegirl🐼Icharayd, Queen WattpadWattpadhalu3, Queen WattpadWattpadhalu3.Istri tak dianggap ajeng padmi buku seri romance 192,7 rb 96,3 rb online. Aku dan mas rama berpacaran sejak kami bersekolah di sebuah sma yang sama. Kali ini aku akan memperkenalkan satu lagi webtoon yang terbit di indonesia, yaituKetika Melati Telah Pergi, Jino Baru Mengetahui Nia Istri Pertama Yang tersebut sudah direncanakan, suaminya evan sejak awal menikahinya. Dengan perlebaran cerita ke mitologi. Facebook gives people the Novel Translations, Web Novel, Chinese Novel, Japanese Novel, Korean Novel And Other Novel jino sang suami masih saja tak pernah menganggap kehadirannya. Banyaknya pelajaran yang bisa kalian. Namun, begitu lulus sma, mas rama yang dilarang berhubungan denganku, segera disekolahkan kedua orang tuanya di luar negeri, sementara aku cukup melanjutkan kuliah di dalam negeri.

novel istri yang tak dianggap