Peninggalan Budha di Indonesia ada yang berupa kerajaan candi, arca, prasasti, dan juga karya sastra. Pada abad ke-7, agama Buddha jadi agama resmi Kerajaan Sriwijaya (Sumatera Selatan) dan Kerajaan Syailendra (Jawa Tengah). Sebagai agama terbesar, agama Buddha meninggalkan jejak sejarah yang sampai sekarang masih bisa kita temui. Berikut adalah kesepuluh candi dari Kerajaan Majapahit yang bisa kamu simak ulasannya di artikel ini: 1. Candi Cetho. Candi Cetho. Sumber: Instagram – candicetho_. Salah satu peninggalan bersejarah dari Kerajaan Majapahit ini berlokasi di Dusun Ceto, Desa Gumeng, Kecamatan Jenawi, Kabupaten Karanganyar. Batu ini merupakan peninggalan zaman Majapahit pada masa pemerintahan Prabu Hayam Wuruk (1350–1389 M). [1] Candi ini ditemukan pada tanggal 16 Oktober 1906 oleh pemerintah kolonial Hindia Belanda. Candi ini dipugar pada tahun 1994–1996 oleh Kantor Wilayah Departemen Pendidikan dan Kebudayaan dan SPSB Jawa Timur. Peninggalan Kerajaan Mataram Kuno. 1. Candi Sewu. Candi Sewu terletak di Desa Bugisan, Kecamatan Prambanan, Klaten, Jawa tengah. Letak Candi Sewu kurang lebih sekitar 800 meter di sebelah selatan arca Rara Jongrang. Kompleks candi tergolong luas dimana di dalamnya terdapat 249 bangunan yang terdiri dari candi induk, 240 candi perwara, dan Kerajaan yang terletak di Kediri, Jawa Timur, ini berkuasa selama kurang lebih 177 tahun. Selama hampir dua abad berkuasa, Kerajaan Kediri mencapai puncak kejayaan ketika diperintah oleh Raja Jayabaya (1135-1159 M). Sumber sejarah Kerajaan Kediri didapatkan dari prasasti, candi, dan kitab yang menjadi peninggalannya. Prasasti Canggal, ditemukan di halaman Candi Guning Wukir di desa Canggal berangka tahun 732 M. Prasasti Canggal menggunakan huruf pallawa dan bahasa Sansekerta yang isinya menceritakan tentang pendirian Lingga (lambang Syiwa) di desa Kunjarakunja oleh Raja Sanjaya dan disamping itu juga diceritakan bawa yang menjadi raja sebelumnya adalah .

sebutkan nama candi letak dan fungsinya